Open Call Application & Exhibition

Melalui Open Call Application, ART|JOG membuka kesempatan luas bagi seniman dan publik untuk berpartisipasi dengan mengirimkan karyanya untuk dikurasi oleh kurator ART|JOG. Open Call Application sekaligus menjadi sarana untuk menjaring potensi-potensi seniman muda terbaik. Tidak terbatas pada medium tertentu, ART|JOG menampilkan keberagaman karya, baik itu lukisan, grafis, foto, instalasi multidimensi, patung, mekanik-kinetik sampai performance art. Sebanyak 73 seniman baik dari Indonesia dan mancanegara akan berpartisipasi dalam pameran ini dengan memamerkan ratusan karya dalam payung kuratorial Changing Perspective.

Commission Works

Wedhar Riyadi

Wedhar Riyadi - salah satu bintang dalam skena seni rupa kontemporer Indonesia. Lahir pada tahun 1980 di Yogyakarta, ia menamatkan pendidikannya pada Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Wedhar pernah terlibat dalam aktivitas bersama komunitas komik Daging Tumbuh dan Apotik Komik Yogyakarta. Wedhar aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran, baik dalam & luar negeri, proyek, dan residensi. Kali ini, Wedhar dipercaya sebagai commissioned artist ART|JOG|10.

Praktik Wedhar sangat luas, mencakup; gambar, mural, komik, stiker, poster, ilustrasi, pakaian, dan mainan, disamping lukisan minyak/akrilik dengan skala besar. Melalui praktik artistik yang dilakukannya, ia berupaya mewakili generasi seniman Indonesia yang karya-karyanya menentang batas-batas tradisional dalam seni rupa dan budaya populer.

Lompatan artistik dilakukan oleh Wedhar dalam beberapa tahun terakhir. Ia menggeluti isu seputar dampak dari kekerasan dan konflik serta persoalan domestifikasi. Secara garis besar, Wedhar tengah membicarakan aspek kemanusiaan.


Floating Eyes

Gambaran tentang kemajuan teknologi dan jejaring sosial memiliki pengaruh dalam setiap perubahan, termasuk memunculkan masyarakat yang terbuka dan memiliki kebebasan dalam berpartisipasi di ruang publik. Di samping itu, kita selalu merasa diawasi atau diintai ‘media tertentu’ ke manapun kita bergerak. Hal ini dimungkinkan karena berbagai aplikasi (instagram, facebook, tweeter, line, dll) yang dilengkapi dengan koneksi internet. Aplikasi yang mengaktifkan global positioning system (GPS) bahkan dapat mudah menginformasikan keberadaan kita secara akurat, juga sebaliknya kita juga bisa melihat aktivitas orang lain hanya melalui layar ponsel/gadget kita.

Ide pembuatan karya ini adalah membuat halaman Jogja National Museum/ART|JOG menjadi ruang publik seperti taman atau playground yang bisa diakses oleh pengunjung. Area ini memungkinkan orang untuk bertemu dan menikmati ruang landscape, bermain, berimajinasi, bersantai, melakukan performance atau sekadar duduk-duduk ngobrol dan yang lebih penting untuk mempertahankan interaksi sosial.

Bentuk ruang tersebut berupa taman/kolam lengkap dengan beberapa karya patung di sekitarnya. Air di permukaan kolam bahkan dibuat bergelombang dan berpercik, yang digerakkan dengan efek suara. Air refleksi kolam serta gerakan permukaan air tersebut memungkinkan pengunjung untuk melihat pantulan lingkungan sekitar serta melihat dan dilihat dirinya sendiri. Gambaran bentuk patung berupa banyak mata yang bertumpuk dan terbang yang seakan-akan tengah mengawasi.

Young Artist Award

Young Artist Award adalah sebuah penghargaan bagi seniman muda terbaik peserta ARTJOG yang berusia dibawah 33 tahun. Program ini sengaja dirancang sebagai wujud apresiasi atas kiprah mereka dalam berkarya. Diharapkan dengan diselenggarakannya program ini, dapat menggali potensi dan wawasan seniman muda serta memperluas jaringan dan lintasan karir mereka dalam berkesenian. Tahun ini, ART|JOG mengundang Hendro Wiyanto dan Rifky Effendy-dua kurator kenamaan Indonesia- untuk memilih dua seniman terbaik untuk menjadi peraih penghargaan Young Artist Award.

Special Project

Menempati situs bersejarah Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) membuat ART|JOG merasa perlu untuk memberikan sebuah penghormatan pada RJ. Katamsi-seniman, sekaligus salah satu pendiri dan direktur pertama ASRI pada tahun 1950 yang merupakan kampus seni rupa pertama di Indonesia. Pada 1970, ASRI sebelumnya telah membuat patung RJ. Katamsi, namun patung tersebut telah dipindahkan ke kampus Institut Seni Indonesia (ISI) pada tahun 2004. ART|JOG menggandeng seniman Wahyu Santoso membuat patung RJ. Katamsi setinggi 2,5 meter dengan material perunggu yang kelak akan ditempatkan kembali di situs Jogja National Museum.